Selasa, 09 April 2013

WACANA LISAN: POLA ALIH TUTUR PERCAKAPAN


            Alih tutur merupakan syarat percakapan yang penting, karena peralihan tutur menimbulkan pergantian peran dalam percakapan. Dalam KBBI (2008: 40 dan 1511) , alih berarti pindah; ganti; tukar; ubah, Sedangkan tutur berarti ucapan; kata; perkataan.jadi dapat disimpulkan bahwa alih tutur adalah perpindahan kata atau ucapan pada satu orang ke orang lain (komunikasi). Kesimpulan tersebut sama dengan pengertian komunikasi menurut Darma (2009: 9), yaitu suatu proses penyampaian pesan, ide, atau gagasan dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.
            Ada beberapa model alih tutur dalam percakapan, yaitu pengambilalihan giliran dan pemberian giliran. Dalam menentukan giliran berbicara, pembicara dapat memilih pembicara berikutnya dengan menggunakan pasangan ujaran terdekat yang bertujuan sebagai penggerak atau pemicu ujaran selanjutnya, serta sebagai tanggapan atau tindak lanjut dari ujaran sebelumnya. Djajasudarma (2010: 61) menyatakan bahwa adaciri khusus dalam tindak tutur, yaitu verba formatif atau verba yang dapat dihunakan untuk menunjukkan aksi (tindakan). Djajasudarma (2010: 63-66) juga mengklasifikasikan tindak ujar menjadi  tindak ujar langsung dan tindak ujar tak langsung.
            Cara mengambil alih giliran bicara, yaitu memperoleh atau mengambil giliran yang diberikan, mengganti atau melanjutkan pembicaraan sebelumnya karena tidak dapat melanjutkan, mencuri atau memotong pembicaraan, menciptakan atau membuat pertukaran baru, merebut atau memotong pembicaraan, melanjutkan karena tidak dimanfaatkan oleh penutur sebelumnya. Beberapa cara tersebut akan terlaksana dengan adanya komponen dalam percakapan (komunikasi). Komponen-komponen tersebut antara lain pengirim pesan, penerima pesan, pesan, umpan balik (Darma, 2009: 9).
            Pasangan ujaran terdekat merupakan salah satu pola alih tutur. Pola tersebut memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi instrumental--keinginan saya, fungsi regulatori--lakukan seperti yang kukatakan, fungsi personal--kamu dan aku, fungsi personal--ini aku ada, Heuristik—katakan padaku, mengapa, imajinatif—mari bermain. Fungsi-fungsi tersebut terpakai pada pasangan ujaran tanya-jawab, pujian-menerima, menolak, keluhan-alasan, ajakan-persetujuan, penolakan, perintah-penerimaan, penolakan, pembalikan, tawar-penerimaan, panggilan-jawaban, permintaan izin-pengabulan, penolakan.
           
Daftar Rujukan
Darma, Y. A. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia.
Djajasudarma, Fatimah. 2010. Wacana: Pemahaman dan Hubungan Antarunsur. Bandung: PT. Refika Aditama.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut